Melangkah Bersama AI: Relevansi di Era Otomatisasi Cerdas

Jul 15, 2025 | Artikel | 0 Komentar

Written By Taha Institute

Dari Meja Aan Setianto,

Founder & CEO PT Vascomm Solusi Teknologi | PT Visi Syariah Umat (VisiCloud) | IT Expert Taha Institute.

Buat Anda yang merasa tertantang untuk tetap terus relevan.


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Sebelum saya membangun beberapa perusahaan software sendiri, saya tumbuh dari barisan kode.
Hidup saya dimulai dari assembler, bahasa yang mendekati logika mesin. Lalu naik sedikit ke C. Lalu ke Pascal. Setiap baris kode adalah seni. Setiap algoritma adalah puisi teknikal.

Dunia saya adalah dunia struktur data, sistem terdistribusi, dan desain arsitektur aplikasi. Saya hidup dalam logika, di mana setiap bug punya sebab, dan setiap solusi bisa diuji lewat baris kode.

Saya tidak pernah membayangkan akan hidup di luar dunia itu.

Merancang sistem adalah taman bermain saya. Menyusun relasi antar data di RDBMS. Mengatur aliran data lewat API Gateway. Membelah aplikasi besar menjadi microservices. Semuanya terasa akrab, nyaris seperti detak jantung sendiri.

Tapi kemudian datanglah gelombang baru yang tidak saya duga kecepatannya: AI.

Saya sudah mendengar tentang AI bertahun-tahun sebelumnya. Tapi tidak merasa perlu mengadopsinya secara mendalam. Seperti angin lalu. Sampai akhirnya muncul sesuatu yang mengubah semuanya: ChatGPT. Ya, akhir November 2022 lalu.

Bukan karena kecerdasannya. Tapi karena dia membuat saya merasa tertinggal.

Rasa tertinggal itu seperti rasa lapar di tengah rapat. Mengganggu tapi tak bisa diabaikan. Ia menyentuh harga diri saya sebagai seorang pembelajar. Dan sejak saat itu, saya belajar lagi. Dari nol. Membaca paper. Coba tools. Bangun prototype. Tertawa sendiri melihat betapa mudahnya sekarang membangun sesuatu yang dulu butuh waktu berbulan-bulan.

Tapi saya tidak belajar untuk nostalgia. Saya belajar untuk relevansi.
Karena saya percaya: relevansi adalah bentuk tertinggi dari kebermanfaatan.

Beberapa minggu terakhir ini, saya mempersiapkan sesuatu yang cukup penting. Sebuah webinar.
Temanya terdengar teknikal: “Otomatisasi Cerdas untuk Efisiensi Maksimal.” Tapi sejatinya ini adalah dialog antara dua dunia: dunia IT dan dunia keuangan syariah. Dunia logika dan dunia nilai.
Dan saya berdiri di tengah-tengahnya, sebagai jembatan.

Webinar ini bukan untuk para CTO atau engineer senior.
Ini untuk para pengambil kebijakan di bank syariah, di asuransi syariah, fintech syariah, dan di lembaga keuangan syariah lainnya. Mereka yang mungkin belum terbiasa dengan istilah “agentic AI”, atau “MCP”. Tapi mereka lah yang akan menentukan apakah teknologi ini akan diadopsi atau tidak.

Itu sebabnya saya menyiapkannya dengan serius. Satu bulan penuh. Karena menjelaskan AI kepada orang IT itu mudah. Tapi menjelaskan kepada orang non-IT? Itu seni.

Saya harus ubah bahasa.
Dari command line ke bahasa warung kopi.
Dari technical stack ke logika manfaat.
Dari fitur ke strategi.

Saya mulai dengan fondasi: perjalanan otomatisasi dari zaman RPA yang kaku, ke zaman AI yang bisa berpikir sendiri. Saya akan tunjukkan transisinya pelan-pelan, seperti peta jalur kereta, stasiun demi stasiun. Lalu saya perkenalkan konsep-konsep yang lebih mutakhir, seperti model context protocol.

Semuanya saya sampaikan dengan satu misi: jangan ada yang tertinggal di gerbong belakang.

Lalu saya beri contoh nyata. Simulasi. Demo. Bukan PowerPoint. Tapi workflow yang hidup.
Di layar, mereka nanti bisa lihat sendiri bagaimana sebuah proses pembiayaan syariah bisa dijalankan oleh 6 AI Agent yang saling koordinasi.

Semuanya otomatis. Responsif. Cepat. Dan, yang paling penting, terukur.

Yang membuat saya sendiri hampir tidak percaya adalah: saya membangun dua prototype MVP itu hanya dalam dua hari. Dua hari! Tanpa tim besar. Tanpa lembur. Hanya dengan mac mini, dan bantuan AI.
Dan hasilnya prototype production-grade! Siap di scale up ke platform enterprise.

Padahal dulu, untuk satu saja prototype MVP seperti itu, saya butuh minimal tiga bulan. Dengan tim. Dengan debugging. Dengan seratus hal yang tidak bisa ditinggal tidur.

Tapi sekarang? Dengan AI, saya seperti punya ratusan tangan tambahan.
Saya tidak sedang melebih-lebihkan. Saya hanya sedang kagum.

Tapi saya tahu, tak semua orang bisa langsung percaya hanya karena saya antusias. Maka saya siapkan tiga hal untuk para audience.

Pertama, insight yang segar.
Saya ingin mereka tahu di mana posisi institusi mereka hari ini. Masih terjebak di RPA? Sudah coba AI? Atau bahkan belum mulai apa-apa? Saya ingin mereka tahu siapa saja di dunia ini yang sudah lebih dulu bergerak. Agar kita tidak terus merasa jadi pusat dunia padahal sedang tertinggal.

Kedua, pemahaman teknikal yang membumi.
Saya akan jelaskan platform otomasi, kelebihan-kekurangannya. Mana yang cocok untuk skala kecil, mana yang scalable. Tapi saya tidak akan bicara seperti engineer. Saya akan bicara seperti teman yang sedang cerita pengalaman. Bahasa manusia, bukan bahasa mesin.

Ketiga, dan ini yang paling penting: strategi konkret.
Bukan teori. Tapi langkah-langkah. Roadmap 90 hari. Kerangka perubahan.
Bagaimana mulai kecil tapi berdampak. Bagaimana mengelola perubahan tanpa bikin panik organisasi.

Karena bagi saya, ilmu yang tidak bisa dipraktikkan itu hanya hiburan. Dan waktu mereka terlalu berharga untuk sekadar hiburan.

Saya tidak tahu apakah semua audience nanti akan langsung berubah pikiran.
Tapi saya tahu satu hal: tidak ada revolusi tanpa kesadaran.
Dan kesadaran itu datang dari cerita yang menyentuh nalar dan nurani.

Saya bukan lagi sekadar programmer. Saya kini merasa seperti pengantar pesan.
Bukan pesan teknologi. Tapi pesan bahwa perubahan itu mungkin.
Bahwa efisiensi bukan mitos.
Bahwa AI bukan ancaman, tapi peluang, asal kita tahu caranya menjinakkan.

Dan kalau saya, yang tumbuh dari bahasa assembler, bukan dari seminar AI Silicon Valley, bisa belajar lagi dari nol, saya yakin, siapa pun bisa.

Masa depan tidak sedang menunggu kita.
Ia sedang berjalan cepat, bahkan berlari.
Dan satu-satunya cara untuk tidak ditinggal adalah berani melangkah.

Kalau Anda tertarik bergabung ke webinar, Anda bisa langsung daftar: https://bit.ly/webinar-taha-ai
atau hubungi dulu WA Admin: 0878-7731-1760

Kuota terbatas – segera amankan tempat Anda!

Regards,

Taha Institute
Dakwah First Business Follow – https://tahainstitute.com

Written By Taha Institute

undefined

Artikel Terkait

0 Komentar

Kirim Komentar